Ringkasan Cepat:
- Menlu Singapura Vivian Balakrishnan bertemu Presiden Prabowo Subianto secara tertutup di Hambalang, Bogor, Rabu sore (28/10/2026), menurut Antara.
- Seusai pertemuan, ia menegaskan pentingnya menghormati kontrak gas jangka panjang, menurut VIVA yang mengutip Straits Times.
- Pemicunya: Indonesia memangkas ekspor gas pipa ke Singapura 31 BBtud, yang menurut Menteri Bahlil Lahadalia masih di batas minimum kontrak.
Jakarta, 29 Oktober 2026 — Menlu Singapura Minta Kontrak Gas Dihormati Usai Temui Prabowo 28 Oktober. Vivian Balakrishnan menyampaikannya setelah pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Rabu sore (28/10/2026). Latarnya adalah keputusan Jakarta memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 BBtud demi kebutuhan dalam negeri.
Mengapa Kontrak Gas Ini Jadi Sorotan?

Indonesia mulai memangkas alokasi gas pipa ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026). Besarannya 31 billion British thermal units per day (BBtud), yang menurut VIVA setara sekitar 8 persen dari total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura. Sebagian pasokan dialihkan untuk kebutuhan energi domestik.
Angka ini tidak kecil bagi hubungan dagang kedua negara. Data US Energy Information Administration yang dikutip The Jakarta Post mencatat Indonesia memasok Singapura 145,3 miliar kaki kubik gas pada 2024. Perdana Menteri Lawrence Wong, seperti dikutip Asia News Network, menyebut gas Indonesia kurang dari 2 persen kebutuhan gas harian Singapura.
Namun yang dipersoalkan bukan hanya volume, melainkan kepastian kontrak. Kontrak ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura dijadwalkan berakhir bertahap mulai 2028, menurut Gebrak.id. Di dalam negeri, isu pasokan energi juga sedang sensitif. Kami sebelumnya mengulas dampak krisis BBM Yaman bagi Indonesia dan rencana Indonesia berhenti mengimpor solar.
Catatan redaksi: Satuan volume berbeda antarmedia. VIVA, JPNN, dan Gebrak.id menulis 31 BBtud, sedangkan Asia News Network menulis 31 juta kaki kubik standar per hari. Artikel ini memakai BBtud mengikuti mayoritas media Indonesia.
Apa Kata Vivian Balakrishnan dan Pemerintah RI?

Menurut Antara, Prabowo menerima permohonan pertemuan itu berdasarkan unggahan resmi Sekretariat Kabinet. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, seperti dikutip JPNN, mengatakan Menlu Singapura datang mendadak dan meminta waktu bertemu Presiden.
Usai pertemuan, Vivian menjawab pertanyaan media soal peluang kesepakatan terkait kewajiban kontrak. Ia menilai pernyataan PM Wong, Menteri Tan, dan para menteri Indonesia menunjukkan adanya komitmen bersama terhadap kesakralan kontrak. Menurut VIVA yang mengutip Straits Times, ia menambahkan: “Lihatlah tindakan, bukan sekadar kata-kata.”
Vivian juga menyebut kepastian pelaksanaan perjanjian penting bagi kredibilitas dan daya saing ekonomi kedua negara. Okezone, yang mengutip laman Kementerian Luar Negeri Singapura, melaporkan ia meminta persoalan seperti kabut asap disikapi dengan kepala dingin lewat dialog yang langsung, jujur, dan konstruktif.
Dari sisi Jakarta, Bahlil Lahadalia menegaskan pemangkasan tidak melanggar kontrak. Dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026), ia mengatakan Indonesia baru memasok pada batas minimum yang diperbolehkan. The Jakarta Post melaporkan Bahlil juga menolak diajari soal menghormati kontrak.
PM Wong sebelumnya meminta semua pihak yang terikat kontrak komersial memenuhi komitmennya. Menurut Gebrak.id yang mengutip Reuters, importir gas Singapura akan mengambil langkah untuk melindungi hak mereka berdasarkan kontrak.
Kronologi Peristiwa
| Waktu | Kejadian | Sumber |
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | Pemangkasan ekspor gas pipa 31 BBtud ke Singapura mulai berlaku | Gebrak.id, The Jakarta Post |
| Minggu, 25 Oktober 2026 | PM Lawrence Wong meminta pihak terikat kontrak memenuhi komitmen | Asia News Network |
| Senin, 26 Oktober 2026 | Bahlil menyatakan pemangkasan masih di batas minimum kontrak | VIVA |
| Selasa, 27 Oktober 2026 | Menlu Arrmanatha Nasir menerima Vivian di Jakarta; satgas karhutla disepakati | Antara, Gebrak.id |
| Rabu, 28 Oktober 2026 | Prabowo menerima Vivian secara tertutup di Hambalang | Antara, VIVA |
| Kamis, 29 Oktober 2026 | Pernyataan Vivian soal kontrak gas dilaporkan media | VIVA, Okezone |
Apa Kaitannya dengan Kabut Asap?

Isu gas tidak berdiri sendiri. The Jakarta Post menulis bahwa kunjungan Vivian terjadi saat frustrasi Singapura dan Malaysia atas kabut asap lintas batas memuncak. Media itu menyebut kebakaran hutan Indonesia kali ini yang paling intens dalam 11 tahun.
Pada Selasa (27/10/2026), Indonesia dan Singapura menyepakati satgas bersama. Menurut Antara dan JawaPos, satgas itu berfokus pada penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti memicu karhutla. Tugasnya antara lain menelusuri aliran dana, berbagi intelijen keuangan, dan mengumpulkan bukti lintas negara.
Sehari kemudian, Pontianak Post, mengutip The Star, melaporkan Singapura memanggil delapan pimpinan perusahaan perkebunan. Singapura juga berencana mengusulkan perubahan Transboundary Haze Pollution Act untuk memperluas kewenangan penyelidikan.
Perlu dicatat, media yang diperiksa tidak menyebut pemangkasan gas sebagai balasan atas isu asap. Jakarta menyatakan keputusan itu semata soal pasokan domestik, menurut Asia News Network. Hubungan sebab-akibat apa pun di luar pernyataan resmi itu hanya spekulasi.
Apa Selanjutnya?

Hasil rinci pertemuan Hambalang belum dipublikasikan dalam sumber yang kami periksa. Belum ada pengumuman tentang pemulihan volume gas maupun mekanisme penyelesaian kontrak. Kami akan memperbarui artikel ini jika Sekretariat Kabinet, Kementerian ESDM, atau pemerintah Singapura merilis keterangan baru.
Hal yang perlu dipantau:
- Apakah Indonesia mempertahankan pemangkasan 31 BBtud atau menyesuaikannya.
- Langkah importir gas Singapura berdasarkan kontrak.
- Struktur dan jadwal kerja satgas karhutla bersama.
- Usulan perubahan undang-undang kabut asap lintas batas di Singapura.
Bagi pembaca Indonesia, isu pasokan energi sudah terasa di lapangan, misalnya dalam laporan kelangkaan BBM di Bali akibat pasokan Pertalite terlambat. Untuk konteks geopolitik energi yang lebih luas, baca juga ulasan tentang Arab Saudi yang terseret perang Iran 2026.
FAQ
Kapan Prabowo bertemu Menlu Singapura?
Rabu sore, 28 Oktober 2026, secara tertutup di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, menurut Antara dan Okezone.
Berapa gas yang dipangkas Indonesia untuk Singapura?
31 BBtud, setara sekitar 8 persen ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura menurut VIVA. Pemangkasan berlaku sejak 24 Oktober 2026.
Apakah Indonesia melanggar kontrak?
Menurut Bahlil, tidak, karena pasokan masih di batas minimum kontrak. Singapura menekankan agar kontrak dihormati. Isi kontrak tidak dipublikasikan, sehingga kami tidak menilai pelanggaran.
Artikel ini disusun Redaksi goribihotao berdasarkan laporan Antara, VIVA, Okezone, JPNN, Gebrak.id, JawaPos, Pontianak Post, The Jakarta Post, dan Asia News Network per 29 Oktober 2026.