Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan Momen Memberikan Masjid Kepada Jokowi

goribihotao.com 03-03-2025

Penulis : Riyan Wicaksono

Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan Memberikan Masjid Kepada Presiden Joko Widodo: Sebuah Simbol Persahabatan Indonesia-UEA

Pada tahun 2019, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) mencapai suatu puncak yang sangat bersejarah melalui sebuah hadiah istimewa yang diberikan oleh Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), Putra Mahkota Abu Dhabi, kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Hadiah tersebut bukan hanya sekadar simbol persahabatan, tetapi juga menjadi lambang solidaritas dan kerjasama yang lebih erat antara kedua negara. Pemberian tersebut berupa pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed yang megah di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia.

Latar Belakang: Kerjasama dan Persahabatan Indonesia dan UEA

Sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia pada tahun 2014, Joko Widodo telah memperkuat hubungan luar negeri Indonesia, termasuk dengan negara-negara di Timur Tengah. Uni Emirat Arab, sebagai salah satu negara terkaya di dunia dengan pengaruh besar di kawasan Timur Tengah, menjadi mitra penting dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA: Profil Dan Riwayat Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan: Presiden Visioner UEA

Pada 2019, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, beliau menyampaikan niatnya untuk memberikan hadiah simbolik yang mencerminkan kedekatan dan hubungan persahabatan antara kedua negara. Hadiah yang dimaksud adalah pembangunan sebuah masjid, yang tidak hanya akan menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol perdamaian, kerukunan umat beragama, dan kedekatan hubungan antarnegara.

Pemberian Masjid: Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed

Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Uni Emirat Arab. Masjid ini dirancang untuk menjadi salah satu ikon keagamaan yang megah di Indonesia, dengan desain arsitektur yang menggabungkan keindahan khas Timur Tengah dengan nuansa budaya Indonesia. Masjid ini dinamakan sesuai dengan nama Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri dan presiden pertama UEA, yang dikenal sebagai tokoh yang sangat mendukung perkembangan Islam di seluruh dunia.

Masjid Raya Sheikh Zayed dirancang oleh tim arsitek ternama dari UEA dan Indonesia. Arsitekturnya mengadopsi elemen-elemen besar dari Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, namun disesuaikan dengan iklim dan kebudayaan Indonesia. Salah satu ciri khas dari desain masjid ini adalah kubah besar berwarna putih yang sangat khas, serta dua menara tinggi yang menjulang, memberi kesan megah dan penuh kedamaian. Selain itu, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas modern, termasuk ruang VIP untuk tamu-tamu penting, ruang perpustakaan, serta fasilitas dakwah untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial.

Filosofi Pembangunan Masjid

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Sheikh Zayed diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan agama, budaya, dan pusat kegiatan sosial. Filosofi pembangunan masjid ini sangat terkait dengan tujuan untuk mempererat hubungan antara umat Islam Indonesia dan dunia Arab, khususnya UEA. Masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk salat, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan yang dapat mempererat tali persaudaraan antar umat beragama dan masyarakat secara umum.

Sheikh Mohammed bin Zayed, yang dikenal sebagai sosok yang mendukung moderasi beragama dan kerukunan antar umat, ingin masjid ini menjadi simbol keberagaman dan keharmonisan sosial di Indonesia. Sebagaimana yang sering ditekankan oleh UEA, moderasi beragama adalah hal yang sangat penting, dan pembangunan masjid ini menjadi bukti konkret dari komitmen tersebut.

Proses Pembangunan dan Peresmian

Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2021 setelah peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Pembangunan ini melibatkan banyak tenaga ahli dari kedua negara, serta sumber daya lokal di Indonesia, dan selesai pada akhir tahun 2022.

Pada 14 November 2022, Presiden Jokowi bersama dengan Sheikh Mohammed bin Zayed meresmikan Masjid Raya Sheikh Zayed. Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari Indonesia dan UEA, termasuk Menteri Agama Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan para diplomat dari kedua negara. Momen peresmian ini juga disertai dengan serangkaian kegiatan keagamaan, termasuk doa bersama, yang diharapkan akan membawa berkah bagi umat Muslim di Indonesia.

Masjid ini juga memiliki makna yang lebih besar sebagai simbol perdamaian, persaudaraan, dan kebersamaan. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menekankan bahwa masjid ini akan menjadi tempat untuk memperkuat tali silaturahmi antara umat Islam, dan juga sebagai tempat yang membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang Islam yang damai dan moderat.

Fasilitas dan Keunggulan Masjid Raya Sheikh Zayed

Masjid Raya Sheikh Zayed memiliki berbagai fasilitas canggih dan nyaman, termasuk ruang VIP, ruang kelas untuk pendidikan agama, dan perpustakaan yang lengkap. Ruang perpustakaan ini, yang seluas 20 meter persegi, diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat sekitar dan menjadi tempat diskusi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Islam dan moderasi beragama.

Di sekitar masjid, terdapat juga taman yang indah dan area parkir yang luas, membuat masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang akan menarik perhatian banyak orang. Dengan kapasitas sekitar 10.000 jemaah, masjid ini akan menjadi tempat yang sangat penting bagi umat Muslim di Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di Jawa Tengah.

Dampak Jangka Panjang dan Harapan Masa Depan

Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed tidak hanya mencerminkan kedekatan antara Indonesia dan UEA, tetapi juga menjadi simbol bahwa hubungan kedua negara semakin erat. Pemberian masjid ini juga membuka lebih banyak peluang untuk kerjasama di bidang lain, seperti pendidikan, pariwisata, dan ekonomi.

Pemerintah Indonesia berharap bahwa masjid ini dapat menjadi pusat perdamaian yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam hal toleransi beragama dan moderasi Islam. Selain itu, masjid ini diharapkan akan menjadi simbol hubungan baik antara Indonesia dan dunia Arab, yang dapat membuka jalan bagi kerjasama lebih lanjut di berbagai bidang.

Dengan adanya masjid ini, diharapkan semakin banyak umat Muslim di Indonesia yang dapat merasakan manfaat dari keberadaan tempat ibadah yang megah ini. Sebagai tambahan, masjid ini juga akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar di dunia yang mampu menjaga kerukunan antarumat beragama.

Pemberian Masjid Raya Sheikh Zayed oleh Sheikh Mohammed bin Zayed kepada Presiden Joko Widodo adalah sebuah langkah penting yang mencerminkan eratnya hubungan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Masjid ini tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga simbol persahabatan dan kerja sama internasional. Dengan fasilitas modern dan desain yang menakjubkan, masjid ini diharapkan akan menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pariwisata religi, serta memperkuat hubungan kedua negara di masa depan. Pemberian masjid ini adalah bukti nyata dari komitmen kedua negara untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan sosial, keagamaan, dan budaya yang lebih baik di masa yang akan datang.

Related Post