Sejarah Berdirinya Candi Borobudur Pada Abad Ke-8

Sejarah Berdirinya Candi Borobudur Pada Abad Ke-8

Sejarah dan Proses Pembangunan Candi Borobudur

goribihotao.com Yogyakarta,17 Febuari 2025

Candi Borobudur adalah salah satu monumen terbesar dan paling menakjubkan di dunia, serta menjadi salah satu situs Warisan Dunia UNESCO. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Borobudur adalah simbol kebesaran budaya dan spiritual masyarakat Jawa kuno, serta merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Berdiri megah di tengah sawah dan dikelilingi oleh pegunungan, Borobudur memiliki sejarah yang kaya dan panjang yang mencerminkan kejayaan Kerajaan Mataram Kuno serta ajaran agama Buddha.

Sejarah Candi Borobudur: Simbol Dinasti Syailendra yang pernah terkubur  usai letusan dahsyat Merapi hingga ditemukan kembali dan dipugar berulang  kali - BBC News Indonesia

BACA JUGA : Sejarah Terbentuknya Partai Komunis Indonesia (PKI)

1. Asal Usul dan Sejarah Candi Borobudur

Borobudur dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra yang berkuasa di Jawa. Candi ini dibangun oleh Raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno, yang diperkirakan memerintah pada sekitar tahun 825 Masehi. Candi ini diperkirakan selesai pada masa pemerintahan putri Samaratungga, yaitu Pramodhawardhani. Sejarah candi ini tidak hanya mencatat kejayaannya sebagai pusat ibadah agama Buddha, tetapi juga sebagai pusat budaya dan pendidikan.

Candi Borobudur saat matahari terbenam.  .

Pembangunan Candi Borobudur diperkirakan memakan waktu sekitar 75 hingga 100 tahun. Candi ini adalah contoh luar biasa dari seni dan arsitektur masa itu, serta menunjukkan pengaruh kuat dari ajaran Buddha Mahayana yang berkembang di wilayah ini pada zaman tersebut. Candi ini dibangun untuk mengabadikan ajaran Buddha dan menjadi tempat ziarah bagi umat Buddha yang ingin memperoleh pencerahan spiritual.

Setelah mencapai puncak kejayaannya, Borobudur mulai ditinggalkan pada abad ke-10. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan Borobudur, salah satunya adalah perubahan agama di kawasan tersebut, di mana banyak orang mulai memeluk agama Islam. Selain itu, letusan Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke-11 juga turut menutupi candi dengan lapisan abu vulkanik. Borobudur akhirnya terkubur dalam waktu yang cukup lama dan hanya ditemukan kembali pada awal abad ke-19.

2. Proses Pembangunan dan Arsitektur Candi

Candi Borobudur memiliki struktur yang sangat kompleks, terdiri dari enam teras berbentuk bujur sangkar dan tiga pelataran melingkar di bagian atas. Terdapat lebih dari 2.600 panel relief yang menghiasi dinding candi, yang menggambarkan kisah-kisah dari ajaran Buddha serta kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu.

Pembangunan Candi Borobudur melibatkan jutaan blok batu andesit yang diambil dari sekitar kawasan Borobudur. Batu-batu tersebut dipotong dengan presisi yang sangat tinggi dan disusun tanpa menggunakan perekat atau mortar. Setiap batu diatur dengan rapi dan disusun sedemikian rupa untuk membentuk struktur yang kokoh dan tahan lama. Para pekerja dan tukang batu yang terlibat dalam pembangunan candi ini menggunakan teknik konstruksi yang sangat maju untuk masanya.

Dianggap Sebagai Keajaiban Dunia, Siapa Sebenarnya Arsitek Candi Borobudur?  - PT Eticon Rekayasa Teknik

Secara keseluruhan, candi ini memiliki lebih dari 500 arca Buddha yang terukir pada berbagai titik di sepanjang dinding dan relief-reliefnya. Salah satu elemen yang paling mencolok di Borobudur adalah stupa-stupa yang terletak di bagian atas candi. Di puncaknya, terdapat sebuah stupa besar yang dikelilingi oleh 72 stupa kecil berbentuk kubah yang di dalamnya terdapat arca-arca Buddha.

Candi Borobudur dibangun dengan konsep kosmologis yang sangat mendalam. Candi ini menggambarkan perjalanan spiritual umat Buddha dari alam duniawi menuju pencerahan, yang diwakili oleh tiga tingkat dunia dalam ajaran Buddha: Kāmadhātu (alam nafsu), Rupadhātu (alam berwujud), dan Arupadhātu (alam tak berwujud). Pada tingkat pertama, para peziarah harus melewati panel-panel relief yang menggambarkan cerita tentang kehidupan manusia dan dunia fisik. Pada tingkat kedua, mereka memasuki dunia yang lebih tinggi, dengan gambar-gambar yang lebih spiritual dan simbolik, menuju tingkat ketiga yang menandakan pencerahan atau kebijaksanaan yang sempurna.

3. Relief-Relief di Dinding Candi

Salah satu fitur paling menonjol dari Candi Borobudur adalah dinding-dindingnya yang dipenuhi dengan lebih dari 2.600 panel relief. Relief-relief ini menggambarkan ajaran Buddha dan cerita-cerita dari kehidupan Buddha Sakyamuni, termasuk kisah-kisah kehidupan Buddha Gautama yang menginspirasi banyak ajaran dalam agama Buddha.

Sejarah Candi Borobudur, Peninggalan Dinasti Syailendra Halaman all -  Kompas.com

Dua panel utama yang paling terkenal di Borobudur adalah Jataka Tales dan Lalitavistara, yang menceritakan berbagai kisah kelahiran dan kehidupan Buddha. Kisah-kisah ini ditampilkan dalam urutan tertentu dan menjadi panduan visual bagi peziarah yang datang untuk merenungkan makna spiritual dari ajaran Buddha.

Selain cerita-cerita religius, banyak relief juga menggambarkan kehidupan sosial masyarakat pada masa itu, seperti aktivitas pertanian, perdagangan, serta ritual keagamaan yang melibatkan para biksu dan raja. Ini memberikan gambaran yang sangat berharga tentang kondisi masyarakat Jawa kuno serta pandangan mereka tentang dunia dan agama.

4. Penemuan dan Pemugaran Candi Borobudur

Setelah ditinggalkan pada abad ke-10, Candi Borobudur tertutup oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi dan dilupakan selama berabad-abad. Candi ini ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris yang sedang memerintah di Jawa pada masa itu. Raffles sangat terkesan dengan penemuan ini dan mulai melakukan upaya pemugaran.

Namun, pemugaran yang lebih besar dan lebih sistematis baru dilakukan pada abad ke-20, khususnya pada tahun 1973 hingga 1983, ketika UNESCO turut serta dalam proyek restorasi besar-besaran. Proses ini sangat rumit karena harus mengembalikan struktur candi yang telah mengalami kerusakan cukup parah akibat cuaca, letusan gunung, serta tindakan pencurian batu pada masa lalu.

Pada tahun 1991, Candi Borobudur resmi diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini tidak hanya mengakui pentingnya Borobudur sebagai monumen sejarah, tetapi juga melestarikan keberadaannya agar tetap dapat dilihat oleh generasi mendatang.

Sejarah Candi Borobudur

5. Makna Filosofis dan Spiritual Candi Borobudur

Candi Borobudur lebih dari sekadar sebuah bangunan; ia adalah simbol perjalanan spiritual umat Buddha. Seluruh struktur candi ini diatur sedemikian rupa untuk menggambarkan perjalanan seorang individu dari dunia yang penuh dengan penderitaan dan nafsu menuju kebijaksanaan dan pencerahan yang dicapai dalam ajaran Buddha.

Dari tingkatan terendah di dasar candi, pengunjung memulai perjalanan spiritual dengan berjalan mengelilingi candi, menaiki tingkat demi tingkat sambil merenungkan relief-relief yang menggambarkan ajaran dan kebijaksanaan Buddha. Setiap tingkat mewakili perbedaan level dalam pemahaman spiritual, dengan puncak Borobudur sebagai simbol pencerahan sempurna.

Borobudur juga dapat dilihat sebagai pusat kosmos. Konsep ini terlihat jelas pada penggunaan desain mandala, yang menggambarkan alam semesta dan urutan yang harus dilalui untuk mencapai kebijaksanaan sejati. Setiap bagian dari candi ini memiliki makna dan tujuan tertentu, yang membimbing umat Buddha dalam pencapaian spiritual mereka.

6. Pentingnya Candi Borobudur di Era Modern

Hari ini, Candi Borobudur bukan hanya sebuah monumen bersejarah, tetapi juga merupakan objek wisata dan tempat ziarah yang penting bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Setiap tahun, ribuan wisatawan dan peziarah datang untuk mengagumi keindahan dan keunikan candi ini, serta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Buddha.

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan altar puja bakti perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2022 di pelataran kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (14/5/2022). Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2566 BE/2022 kembali diselenggarakan di Candi Borobudur setelah ditiadakan selama dua tahun akibat pandemi COVID-19 dengan menerapkan pembatasan hanya sebanyak 1.200 peserta.

Candi Borobudur juga telah menjadi simbol kebanggaan nasional Indonesia, yang memperlihatkan kekayaan budaya dan warisan spiritual bangsa. Pemerintah Indonesia bersama dengan UNESCO terus bekerja untuk melestarikan situs ini, baik dari segi fisik maupun makna spiritualnya.

Kesimpulan

Candi Borobudur adalah sebuah karya agung yang menggabungkan seni, arsitektur, dan agama. Dengan sejarah yang kaya, proses pembangunan yang rumit, serta makna filosofis yang mendalam, Borobudur tetap menjadi salah satu monumen paling mengesankan di dunia. Sebagai warisan budaya yang diakui oleh dunia, Candi Borobudur bukan hanya sebuah situs sejarah, tetapi juga simbol pencapaian spiritual umat Buddha dan sebuah sumber inspirasi bagi umat manusia.

Related Post