Mahasiswa Asal Banjarnegara Tewas Tenggelam di Bendung Gerak Serayu Banyumas

Banyumas, GORIBIHOTAO.COMSeorang mahasiswa berinisial RC (22) ditemukan tewas tenggelam di Bendung Gerak Serayu, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (25/12/2024). RC sebelumnya dilaporkan meninggalkan tempat kosnya di Purwokerto sejak Senin (23/12/2024) dan dinyatakan hilang oleh keluarga serta teman-temannya.

BACA JUGA : kereta cepat whoosh resmi layani rute jakarta karawang perjalanan hanya 15 menit

Kapolsek Kebasen, AKP Hartoko, mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan di Bendung Gerak Serayu adalah mahasiswa yang sempat dilaporkan hilang tersebut. “Iya benar, sempat dilaporkan (hilang) ke Polresta Banyumas,” ujar Hartoko kepada wartawan.


Kronologi Penemuan Mayat

Jenazah RC ditemukan oleh warga setempat yang melintas di sekitar Bendung Gerak Serayu pada Rabu pagi. Warga melaporkan adanya tubuh yang mengapung di perairan kepada petugas Polsek Kebasen. Tim gabungan dari Polresta Banyumas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan evakuasi.

Menurut keterangan saksi di lokasi, RC ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan jasadnya mengalami pembengkakan akibat terlalu lama berada di air.

“Jenazah berhasil diangkat dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Hartoko. Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga untuk proses identifikasi lebih lanjut.


RC Dinyatakan Hilang Sejak Senin

RC, mahasiswa asal Kabupaten Banjarnegara yang berkuliah di Purwokerto, terakhir kali terlihat meninggalkan tempat kosnya pada Senin (23/12/2024). Rekan satu kosnya mengaku tidak mengetahui alasan kepergian RC dan merasa khawatir ketika RC tidak kembali ke tempat kos hingga malam hari.

Keluarga RC kemudian melaporkan kehilangannya kepada Polresta Banyumas, yang langsung melakukan pencarian di beberapa titik yang diduga menjadi tempat terakhir RC berada.

“Laporan kami terima pada Senin malam, dan kami sudah berkoordinasi dengan keluarga serta teman-temannya untuk mempercepat pencarian,” ujar Kapolresta Banyumas Kombes Pol Eko Prasetyo.


Penyebab Kematian Masih Dalam Penyelidikan

Hingga saat ini, penyebab kematian RC masih dalam penyelidikan. Kepolisian sedang menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk menentukan apakah ada indikasi kekerasan atau jika ini murni insiden tenggelam.

“Kami masih menunggu hasil autopsi dari tim medis. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat pertama kali ditemukan,” jelas AKP Hartoko.

Polisi juga berencana memeriksa lokasi kejadian untuk mencari petunjuk lebih lanjut, termasuk menelusuri rekam jejak aktivitas korban sebelum kejadian.


Reaksi Keluarga dan Teman Korban

Keluarga RC yang tinggal di Kabupaten Banjarnegara mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Orang tua korban, yang segera datang ke Banyumas setelah mendapat kabar, tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka saat jenazah RC berhasil diidentifikasi.

“Kami tidak menyangka ini terjadi. Terakhir komunikasi, dia bilang sedang banyak tugas kuliah,” ujar ayah RC kepada wartawan.

Teman-teman satu kampus RC juga menyampaikan duka mendalam. “RC orangnya baik dan selalu mau membantu teman. Kami sangat kehilangan,” ujar salah satu rekan kuliah korban.


Imbauan dari Kepolisian

Kapolsek Kebasen, AKP Hartoko, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika berada di dekat perairan, terutama saat musim hujan. Bendung Gerak Serayu dikenal memiliki arus deras yang berbahaya, terutama setelah hujan lebat.

“Kami juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di sekitar perairan,” tambah Hartoko.


Kesimpulan

Penemuan jasad RC (22) di Bendung Gerak Serayu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan masyarakat di sekitarnya. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan, dengan hasil autopsi sebagai kunci untuk menentukan apakah ini murni kecelakaan atau ada faktor lain yang terlibat.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berada di sekitar perairan, terutama di lokasi dengan arus deras seperti Bendung Gerak Serayu. Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga keselamatan di lingkungan sekitar.

Related Post