Sejarah Terbentuknya Partai Komunis Indonesia (PKI)

goribihotao.com jakarta , 16 Febuari 2025

1. Latar Belakang dan Awal Mula Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan pada 23 Mei 1920, dan menjadi salah satu partai komunis yang pertama di Asia Tenggara. Sebelum berdirinya PKI, terdapat organisasi bernama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan pada 1914 oleh seorang sosialis Belanda, Henk Sneevliet. ISDV berfokus pada penyebaran paham Marxisme kepada kaum buruh Indonesia yang berada di bawah penjajahan Belanda PKI.

Pada awalnya, ISDV didirikan dengan tujuan untuk mengorganisir buruh-buruh Indonesia, yang saat itu hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Salah satu tujuan utama ISDV adalah untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan mengangkat kesejahteraan kelas pekerja PKI.

BACA JUGA : Menengok Dan Melihat Sejarah Masa Pemerintahan Presiden Soeharto

2. Perkembangan dan Perpecahan dalam Sarekat Islam Saat itu, Indonesia tengah mengalami gelombang kebangkitan nasional. Salah satu organisasi yang paling berpengaruh di Indonesia pada masa itu adalah Sarekat Islam (SI), PKI sebuah organisasi yang awalnya bersifat moderat dalam memperjuangkan hak-hak umat Islam. Namun, di dalamnya terdapat perpecahan terkait arah gerakan yang akan diambil. Kelompok yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto lebih bersikap moderat, sedangkan kelompok lain yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Semaun dan Darsono ingin mengubah haluan Sarekat Islam menjadi lebih radikal dan mengambil ajaran komunis sebagai ideologi PKI.

Perpecahan ini mengarah pada terbentuknya dua kubu dalam Sarekat Islam: PKI SI Merah yang lebih radikal, yang dipimpin oleh Semaun, dan SI Putih yang tetap mempertahankan arah moderat di bawah pimpinan Tjokroaminoto. Pada akhirnya, kelompok SI Merah ini bergabung dengan ISDV dan mulai menapaki jalan perjuangan Marxisme.

3. Berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) Setelah bergabung dengan ISDV, pada 1920, ISDV mengadakan kongres yang menghasilkan perubahan nama menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH). Kongres ini juga memutuskan bahwa Semaun menjadi ketua dan Darsono menjadi wakilnya. Nama PKH pada akhirnya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1924.

PKI menjadi organisasi yang berfokus pada perjuangan kelas pekerja dan petani. Sebagai bagian dari aliran komunis internasional, PKI memiliki hubungan dekat dengan gerakan komunis dunia, khususnya Uni Soviet yang dipimpin oleh Vladimir Lenin. PKI melihat revolusi proletariat sebagai cara untuk menggulingkan pemerintahan kolonial Belanda dan menggantinya dengan sistem pemerintahan yang lebih berpihak kepada kaum buruh dan petani.

4. Aksi Radikal dan Pemberontakan PKI pada masa-masa awal berdirinya dikenal sebagai organisasi yang sangat radikal. Sejalan dengan ideologi Marxisme-Leninisme yang mereka anut, PKI mendorong penggunaan kekerasan dan perjuangan langsung untuk mencapai tujuannya. Puncak dari aksi radikal ini adalah pemberontakan yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1926-1927, yang dikenal sebagai Pemberontakan 1926-1927. Pemberontakan ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan kolonial Belanda, namun gagal total dan diakhiri dengan penangkapan banyak anggota PKI.

Pemberontakan ini mengakibatkan pemerintah kolonial Belanda melakukan tindakan represif, yang mengarah pada pembubaran PKI dan penangkapan banyak pemimpin serta anggota partai. Beberapa pemimpin PKI dibuang dan dipenjara oleh Belanda, dan partai ini terpaksa beroperasi dalam keadaan bawah tanah.

5. Kebangkitan PKI Pasca Kemerdekaan Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, PKI mulai muncul kembali dalam peta politik Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan, PKI berusaha memainkan peran penting dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ikut berperan dalam perjuangan melawan agresi militer Belanda.

Namun, PKI kembali menghadapi konflik internal dan eksternal. Pada tahun 1948, terjadi pemberontakan Madiun yang dipimpin oleh PKI. Meskipun pada awalnya sukses,

pemberontakan ini dengan cepat dapat dipadamkan oleh pemerintah Indonesia yang baru. Kejadian ini kembali memperburuk hubungan PKI dengan pemerintahan dan menambah ketegangan politik di Indonesia.

6. Peristiwa G30S/PKI dan Pembubaran PKI Pada tahun 1965, PKI terlibat dalam salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Indonesia, yaitu Gerakan 30 September (G30S/PKI). Gerakan ini dilakukan oleh kelompok yang diklaim sebagai anggota PKI yang mencoba melakukan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Sukarno. Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai sejauh mana PKI terlibat, peristiwa ini menyebabkan pembantaian massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya.

Setelah peristiwa tersebut, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Soeharto melakukan pembubaran PKI secara resmi pada tahun 1966, yang juga diikuti dengan penindasan terhadap organisasi dan individu yang terkait dengan PKI. PKI dianggap sebagai musuh utama negara dan ideologi komunis menjadi terlarang di Indonesia hingga saat ini.

7. Warisan dan Dampak PKI dalam Sejarah Indonesia Sejarah PKI mencerminkan dinamika perjuangan kelas buruh dan petani di Indonesia, serta interaksi antara ideologi komunis dan gerakan nasionalis dalam konteks kolonial dan pasca-kemerdekaan. PKI memberikan pengaruh besar terhadap sejarah Indonesia, meskipun perjalanan politik partai ini berakhir dengan tragedi dan perpecahan besar pada tahun 1965.

Peristiwa G30S/PKI dan dampaknya hingga saat ini masih menjadi topik yang sangat kontroversial dan sensitif dalam sejarah Indonesia. Banyak pihak yang memandang PKI sebagai bagian dari sejarah perjuangan Indonesia, sementara yang lain menganggapnya sebagai ancaman besar terhadap keutuhan negara. Namun, apa pun pandangannya, sejarah PKI tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan menghadapi tantangan besar dalam politik serta ideologi.

Related Post